“Tax Amnesty” Bisa Tingkatkan Pasar Konstruksi Tumbuh

Kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang digulirkan pemerintah mendapatkan sambutan dari sektor konstruksi. Program yang digagas oleh tim ekonomi pemerintah ini dinilai akan menguntungkan berbagai sektor perekonomian termasuk di dalamnya, sektor konstruksi.

Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia atau Gapensi menilai bahwa implementasi tax amnesty di Indonesia akan dapat memberikan keuntungan . bahkan, menurutnya, sektor ini akan menjadi sektor yang paling diuntungkan oleh program ini.

Hal tersebut didasarkan pada alasan bahwa dua pendukung sektor industri seperti properti seperti pembangunan rumah juga apartemen baik untuk jual maupun sewa apartemen, dan infrastruktur akan mendapatkan manfaat langsung dari menguatnya likuiditas di sektor keuangan karena kebijakan tersebut. Banjir likuiditas di sektor keuangan dan pasar modal membutuhkan instrumen investasi di sektor riil, dan sektor infrastruktur dan properti menjadi sektor yang paling siap untuk dapat menampung likuiditas tersebut.

building

Pemberlakuan tax amnesty mendapat sentimen positif. Hal ini dapat dilihat dari menguatnya saham-saham emiten selama tiga hari berturut-turut di akhir bulan Juni kemarin. IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan bahkan melonjak 3,69 persen.

Sepanjang tahun 2016, IHSG sudah menguat 8,24 persen. Hal ini membuat investor asing mula masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI)
Tidak hanya itu, jika kebijakan tax amnesty ini berhasil, program ini juga nantinya akan mendorong peningkatan pajak. Peningkatan ajak tersebut akan digunakan untuk menutupi kekurangan fiskal yang selama ini defisit mencapai Rp 313,4 triliun atau 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Perintah sendiri memprediksi potensi pajak dari program tax amnesty sebesar Rp 165 triliun.

hal ini akan membuat sisi fiskal akan menjadi positif. Akan ada cukup dana untuk pembangunan infrastruktur dari anggaran negara dan akan sangat menguntungkan sektor konstruksi dan juga material. Selain itu, Gapensi juga memperkirakan bahwa akan terjadi lonjakan permintaan barang material seperti beton, baja, semen, besi dan lain sebagainya.

Tax amnesty juga akan memperbesar potensi industri konstruksi di Indonesia. Gapensi memperkirakan ukuran pasar konstruksi di Indonesia akan melonjak sebanyak dua kali lipat dari saat ini. Saat ini sendiri besarannya mencapai Rp 1.000 triliun.

Pasar konstruksi Indonesia sendiri merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Terdapat sekitar kontribusi sebesar 60-70 persen. Sedankan di level Asia, Indonesia berada di posisi ke-4. Posisi pertama diisi oleh China, kemudian Jepang, serta India.

Leave a Reply